Wanita Pemetik Bawang


Tidakah pagi selalu menggelinding? Ya, putarannya sekencang harapan masa depan. Tapi, terkadang lambat bak cacing yang bergerak di jalan licin. Pagi itu basah tapi di ujung menguap. Tak apa, walau ahirnya terik membakar ubun-ubun. Yang ada kini harapan mengais rezeki sebagai pemetik bawang. Di kotaku, Brebes, aku dan sejawat menanggalkan kisah di rumah untuk merajut rezeki siang ini agar malamnya anak-anak bisa terlelap nyenyak. Foto karya Agus Wijanarko

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasih Ibu buat Si Gundul

Antara Hidup dan Mati