Komidi Putar


Udara dingin tak mampu menahan derasnya keringat. Buuaaah.., ludah dibuang dan nafas tersengal-sengal. Kaki terus mengayuh cepat dan cepat..

Seperampat jam sudah komedi putar itu meliuk-liuk diudara. Membantuk lingkaran teratur dengan suara keceriaan anak-anak yang tertimpa musik yang membisingkan telinga..

Di sudut Taman Poci, depan Stasiun KA tegal, komodi putar itu digenjot Tarjo, seorang pria yang bertanggungjawab atas dapur istrinya.. (foto karya : Agus Wijanarko)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasih Ibu buat Si Gundul

Antara Hidup dan Mati