Sampan Diujung Tanah Mengering


Pasar, nun jauh di seberang. Namun serasa dekat karena setumpuk kebutuhan. Walau air memisahkannya, namun sampan siap membawanya ke seberang. Jerigen minyak sayur dan selendang untuk menggendong barang, adalah teman setia selama perajalanan. Tatkala sampan menyambut di air yang surut... Ku siapkan dengan kaki menyentuh air, untuk menuju suatu harapan. Inilah sepenggal kisah Sampan di ujung tanah yang gersang, Cacaban. (foto karya : Agus Wijanarko)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Hidup dan Mati

Kasih Ibu buat Si Gundul