Sang Orator


Dari sela sepatu lars, suaranya lantang terdengar. Kata-kata mengganas mendidihkan ubun-ubun yang sudah gosong oleh teriknya panas mentari. Keringat diantara poster-poster berbaur menjadi nyawa sebuah gerakkan. Ya, gerakan bukan Ganyang Malaysia atau Ganyang PKI, tapi sebuah nafas demokrasi di Kota Tegal. Saat itu, halaman kejaksaan adalah saksi dari para sang orator menggedor gedor batin. Bak palu godam pande besi menempa baja panas untuk disulap pisu.. (Foto Karya : Agus Wijanarko)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Hidup dan Mati

Kasih Ibu buat Si Gundul