Antara Hidup dan Mati


Airmata belum mengering dari matanya yang terpejam. Rasa sakit berkali-kali lipat hingga membius perasaan bocah kecil yang terbaring di perawatan RSU Kardinah ini. Dari selang darah terlihat membanjir. Betapa sakit ditahan hingga air mata terus menetes dari ujung selaput matanya yang paling kecil. Nafas tersengal, badan panas bak bara api. Sebuah perjuangan anatara hidup dan mati melawan Demam Berdarah. Siapa yang salah! Inikah kotaku, kota yang penuh dengan nyamuk-nyamuk pembawa maut? Maka dari itu kawan, waspadalah, di kala kota kita tertidur dan tak mampu mengusir nyamuk. (foto dan teks : Agus Wijanarko)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasih Ibu buat Si Gundul